Liputan6.com, Jakarta. Banyak cara bagi orangtua untuk melatih mental dan kognitif anak sejak dini, salah satunya adalah lewat tarian.

Menari bukan hanya mampu membakar kalori tubuh atau melatih tubuh untuk tetap fit dan lentur. Advancing Dance Education in the Arts, memaparkan bahwa menari efektif mengembangkan seorang anak untuk tumbuh dewasa dan sehat secara fisik, emosional, sosial, dan kognitif.Melansir laman National Dance Education Organization, Rabu (17/8/2016), disebutkan, manfaat menari sangat luas, mencakup emosional anak, sosial, dan kognitif. Berikut empat manfaat mengajarkan anak menari sejak usia dini:

1. Membangun fisik anak

Menari melibatkan tubuh bergerak dan berkoordinasi sehingga kekuatan dan daya tahan tubuh anak dapat terlatih dengan sempurna. Pola gerakan dalam tarian juga mengajarkan anak untuk cepat berkoordinasi dan melatih memori kinestetiknya. Dengan menari anak secara alami lebih aktif, kuat, dan terampil.

2. Kematangan emosional

Menari mempromosikan aspek baik termasuk kesehatan dan kematangan psikologis anak. Anak dapat menikmati kesempatan mereka dalam mengekspresikan emosi diri sendiri dan orang lain melalui gerakan yang kreatif. Dengan tarian anak mampu mendapatkan kematangan emosional secara sadar dan apresiasi terhadap diri sendiri dan orang sekitar.

3. Kesadaran sosial

Anak akan terbiasa berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan sosial. Mereka juga dapat melatih kerjasama antar kelompok. Dengan menari, anak belajar untuk mengomunikasikan ide kepada orang lain secara langsung dan personal. Dan anak mampu bekerjasama dan menjalin hubungan dengan orang lain.

4. Perkembangan kognitif

Secara spontan anak akan membuat gerakan sendiri dan menyajikan ide juga respon yang cepat lewat tarian. Hal ini secara langsung melatih pengembangan kognitif si kecil. Studi mengungkap, hubungan gerakan dalam tarian baik untuk perkembangan intelektual anak dan pendidikan.

Sumber: http://health.liputan6.com/read/2579392/4-keuntungan-ajarkan-anak-menari-sejak-dini