KOMPAS.com – Ketiadaan orangtua tentu berdampak pada perkembangan emosi dan perilaku anak. Walau anak yang tidak memiliki orangtua belum tentu tumbuh menjadi orang yang sulit, tetapi ada kebiasaan tidak sehat yang akan dimiliki anak-anak tanpa orangtua.

Dalam sebuah penelitian terbaru, anak-anak lebih tinggi kemungkinannya untuk merokok sebelum usia 11 tahun jika mereka tidak tinggal bersama orangtuanya.

Anak tidak tinggal bersama ayah dan ibunya bisa karena faktor perceraian, pisah tempat tinggal atau merantau, dan bisa juga karena salah satu atau kedua orangtua meninggal dunia.

Para peneliti dari University College London melibatkan 11.000 anak yang lahir antara September tahun 2000 hingga Januari tahun 2002. Peneliti kemudian mengamati anak-anak pada usia 9 bulan, 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, dan 11 tahun.

Dari seluruh responden, satu dari empat anak tinggal tanpa kedua orangtua ketika berusia 7 tahun. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang hidup dengan satu orangtua saja, tiga kali lipat lebih berisiko sudah merokok sebelum usia 11 tahun dibanding anak yang tinggal bersama kedua orangtua.

Selain itu dalam penelitian yang dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood , mereka juga 46 persen lebih mungkin mulai minum alkohol pada usia 11 tahun.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tidak adanya orangtua berhubungan dengan peningkatan risiko merokok dan konsumsi alkohol sebelum masa remaja,” kata peneliti.

Menurut para peneliti, kurangnya pengawasan orangtua bisa menyebabkan anak-anak mencoba hal-hal baru yang tidak sehat.

Yang mengkhawatirkan, jika kebiasaan merokok terus berlangsung hingga dewasa dan seterusnya, anak tersebut berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Sebab, merokok bersifat adiksi. Risiko terkena kanker paru maupun penyakit jantung karena merokok bisa muncul pada usia lebih muda.